Bawaslu dan Alumni SKPP Luwu Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Terkait Pencegahan Politik Uang

TERASKATA.COM, Luwu – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Luwu menggandeng Alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Kabupaten Luwu menggelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif.

Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut Gerakan Sadar Demokrasi (Garasi) yang baru saja launching beberapa waktu lalu oleh Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kegiatan ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Sulsel, HL Arumahi MH di Warkop D’Payung, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Jumat (18/11/22) siang.

Dalam sambutannya, Arumahi mengatakan, pelanggaran dalam Pemilu sangat banyak, salah satunya sesuai dengan tema kegiatan yakni terkait politik uang.

“Ini merupakan suatu bentuk pelanggaran terkecil dari sekian banyak jenis-jenis pelanggaran di dalam kepemiluan dan itu kita ulas pada kegiatan hari ini,” ungkapnya.

Adapun dalam pemaparannya, Arumahi menyebutkan, praktik politik uang yang dilakukan oleh pasangan calon pada Pemilu memberikan dampak buruk bagi masa depan bangsa.

“Tentunya apabila calon tersebut berhasil terpilih dari hasil sogokan atau politik uang itu, mereka akan berusaha untuk mengembalikan modalnya yang dipakai sogok itu. Bahkan mempersiapkan untuk modal kembali maju pada periode kedua. Sehingga dari situlah muncul peluang korupsi dan sejenisnya,” paparnya.

Ia pun mengajak kepada seluruh peserta sosialisasi ini untuk berani menolak yang namanya politik uang.

“Jangan mau suara kalian dibeli. Memilihlah dengan hati nurani. Lihat mana yang baik dipilih untuk kemajuan bangsa ini,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Sekretariat Bawaslu Luwu, Andi Masri Panaungi SSos melaporkan kegiatan ini melibatkan 5 orang panitia yang berasal dari Alumni SKPP Kabupaten Luwu.

“Adapun tema kegiatan yakni cegah politik uang melalui gerakan masyarakat,” sebutnya.

Lanjutnya, sosialisasi ini diikuti pelajar atau pemilih pemula, mahasiswa, dan juga organisasi masyarakat.

“Adapun tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kualitas pengawasan masyarakat dan pengawasan penyelenggaraan dalam pencegahan pelanggaran pemilu,” pungkasnya.(lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *