Teraskata.com

Membangun Indonesia

DPPKB Palopo Tegaskan Komitmen Turunkan Angka Stunting

admin |
Samsil, Kepala DPPKB Kota Palopo.

TERASKATA.Com, Palopo – Pemerintah Kota Palopo semakin menegaskan komitmennya dalam percepatan penurunan angka stunting. Salah satunya melalui pelaksanaan Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).

Program ini sebuah inisiatif kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan mitra strategis untuk mengatasi permasalahan stunting pada anak usia dini yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia.

Program Genting merupakan bagian dari strategi nasional yang digagas oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mendorong keterlibatan orang tua asuh dalam mendukung keluarga yang berisiko stunting, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Pendekatan ini bertujuan memberikan dukungan nutrisi, edukasi pola hidup sehat, akses sanitasi, serta layanan kesehatan dengan cara gotong royong di masyarakat.

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palopo mencatat bahwa sejak diluncurkan di wilayah ini, Program Genting telah menjangkau 858 sasaran keluarga berisiko stunting melalui berbagai intervensi yang mencakup pemenuhan gizi, pendidikan kesehatan, peningkatan akses air bersih, dan perbaikan sanitasi.

Kepala DPPKB Kota Palopo mengatakan, pendekatan yang dilakukan lebih proaktif dibandingkan sebelumnya, dengan melibatkan unsur masyarakat secara langsung agar intervensi dapat tepat sasaran dan berkelanjutan. Sasaran utama juga difokuskan pada keluarga ibu hamil, ibu pascapersalinan, dan anak balita berisiko tinggi.

Keterlibatan Multipihak untuk Dampak Lebih Luas

Program Genting tidak hanya sekadar bantuan nutrisi, tetapi juga mencakup perbaikan lingkungan dan edukasi. Di tingkat nasional, program ini telah membantu ratusan ribu anak melalui dukungan orang tua asuh yang sekarang sudah mencapai 229 ribu anak asuh dengan total bantuan lebih dari Rp226 miliar sampai Juli 2025.

Pelibatan multipihak seperti pemerintah daerah, sektor swasta, organisasi masyarakat, dan satgas kesehatan memastikan bahwa dukungan mencapai keluarga yang paling membutuhkan. Program ini diposisikan sebagai complement terhadap usaha pemerintah dalam mencapai target nasional penurunan stunting.

Regulasi dan Landasan Hukum

Pelaksanaan Program Genting di daerah seperti Kota Palopo tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari kebijakan nasional yang kuat.

Dasar regulasi utama di Indonesia adalah Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang menjadi payung hukum bagi berbagai strategi dan program penanggulangan stunting di seluruh tingkatan pemerintahan.

Beberapa poin penting Perpres 72/2021 antara lain memperkuat strategi nasional dan koordinasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia termasuk pembentukan tim percepatan di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, dan desa.

Menetapkan target nasional penurunan angka stunting yang terukur dan terintegrasi ke dalam dokumen perencanaan pembangunan.
BPK Regulation

Menuntut konvergensi program lintas OPD/Lembaga termasuk intervensi gizi, peningkatan akses sanitasi, layanan kesehatan ibu dan anak, serta kampanye edukasi keluarga.
Stunting

Selain itu, dalam strategi nasional percepatan penurunan stunting juga tercakup upaya pemberdayaan keluarga dan masyarakat sebagai bagian tak terpisahkan dari program konvergensi penanganan stunting.
eprints.poltekkesadisutjipto.ac.id

Tantangan dan Harapan

Walaupun tren stunting nasional menunjukkan penurunan dari sekitar 21,5 % pada 2023 menjadi hampir 19,8 % pada 2024, angka ini masih di atas target nasional sebesar 14 % sehingga upaya kolaboratif seperti Genting tetap menjadi kebutuhan utama.
Antara News

Pemkot Palopo bersama DPPKB dan puskesmas setempat berharap program ini dapat makin diperluas dengan melibatkan lebih banyak relawan, mitra, dan kelompok masyarakat demi membangun generasi masa depan yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini