Teraskata.com

Membangun Indonesia

Menata Masa Depan Tana Luwu

admin |

Oleh: Arifin (Mahasiswa Universitas Andi Djemma Palopo/Ketua PP IPMAL)

Kebijakan pembangunan daerah haruslah berorientasi pada kesejahteraan masyarakat kelas bawah, kebijakan pembangunan dilakukan dengan pola strategis dan terukur, sehingga anggaran Negara tidak disorientasi dan tepat sasaran.

Pemerintah juga harus merangsang masyarakat dalam menciptakan partisipan pembangunan. Hal itu dipandang penting, sebab kesenjangan yang ada di tengah-tengah masyarakat kita sangatlah tinggi.

Oleh sebab itu, keterlibatan kaum intelektual dalam pembangunan sangatlah urgen, sebagai fungsi sosial control, pengkajian, pendalaman dan khasanah pengetahuan yang dimiliki kaum intelektual menjadi senjata untuk membongkar delusi yang dimapankan Pemerintah. 

Karena tendensi politik kepentingan sepihak, yang mencederai nilai pembangunan. Dalam berbagai literatur ditemukan suatu penjelasan bahwa Luwu atau Lu’ disebut memiliki makna sebagai bumi atau wilayah yang memiliki nilai-nilai strategis (kearifan lokal), yang secara fungsional dapat diproyeksikan menjadi cara pandang dalam membangun Tana Luwu sebagai suatu wilayah yang Wanua Mappatuo.

Harus disadari betul bahwa Luwu dan Tana Luwu memiliki nilai–nilai sejarah dan budaya. Penting untuk mengatakan ini, karena untuk membangun Tana Luwu dan atau Kabupaten Luwu harus mampu memahami dan lebih memaknai secara fungsional atas segala nilai–nilai strategis yang ada di Tana Luwu.

Tentu hal ini sangat berasalan dan rasional, karena membangun Luwu harus sesuai dengan jati dirinya. Salah satu yang sangat mungkin dapat dipahami sebagai konsep jati dirinya adalah “Luwu Wanua Mappatuo Naewai Alena”, didalamnya terdapat “alasan, cara dan arah” pembangunan daerah dalam mencapai tujuannya yang mandiri.

Jadi dibutuhkan sinergitas dan pola-pola kemitraan yang kuat dari semua elemen masyarakat. Harapannya, adalah adanya sosok pemimpin yang mumpuni, sebagaimana disebutkan bahwa di Luwu memiliki standar nilai pemimpin yang didasrkan pada “Lempu (jujur), Getteng (Tegas), Warani (Berani), dan Adele’ (adil). Hanya orang – orang jujur yang mampu bersikap tegas dan berani untuk menegakkan keadilan.

Jadi membicarakan masa depan pembangunan dan kemajuan masyarakat Luwu sangat erat kaitannya dengan pertanyaan apakah pemimpinnya sudah memiliki keempat standar nilai tersebut (Lempu, Getteng, Warani dan Adele’).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini