Warga Luwu Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun
TERASKATA.COM, LUWU – Pria berinisial AR (27) warga Dusun Batu Tongkon, Desa Padang Kalua, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu ditemukan meninggal dunia di kebun milik Aprian warga sekitar dengan kondisi jenazah yang mengenaskan.
Kapolsek Bua AKP PY Catur Suhendra menjelaskan bahwa, korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri sebelum akhirnya ditemukan pada Minggu (17/05/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.
“Sebelum ditemukan meninggal dunia dan melalui pesan WhatsApp, korban sempat berhubungan dengan salah seorang rekannya bernama Tomi pada 12 Mei 2026. Keduanya berbalas pesan menggunakan bahasa daerah lokal yang berarti ia (korban) berpamitan,” kata Kapolsek Bua, Senin (18/05/2026).
Setelah saksi (Tomi) mendapat pesan dari AR, kata Kapolsek Bua, Tomi kemudian menelepon korban, dan berbicara selama 19 detik. Saat itu saksi mempertanyakan maksuk dari pesan pamitan yang dikirim oleh AR.
“Namun korban tidak menjawab pertanyaan dari Tomi. Tak berselang lama, korban kembali mengirim pesan ke Tomi (menggunakan bahasa daerah) yang berarti saya pergi, bukan soal hutang yang membuat saya setres, melainkan cerita,” ungkap AKP Catur.
“Setelah mendapat pesan seperti itu, saksi kembali menghubungi korban, namun tidak ada jawaban atau korban sudah tidak bisa dihubungi,” tambahnya.
Setalah tidak dapat dihubungi, lanjut AKP Catur, tepatnya pada Rabu (13/05/2026) kelurga dan rekan korban termasuk saksi (Tomi) melakukan pencarian terhadap AR. Pencarian dilakukan disekitar Desa Padang Kalua dan Kota Palopo.
“Namun disayangkan, keluarga dan rekan-rekan korban tidak dapat menemukan AR, hingga akhirnya Aprian (pemilik kebun) menemukan korban pada Minggu (17/05/2026) dengan posisi tubuh telentang di atas tanah, dan jenazah korban sudah membusuk dikerubuni belatung. Kondisi jenazahnya sendiri sudah terpisah dengan kepala,” terangnya.
“Di dekat jenazah AR juga ditemukan seutas tali yang masih dalam keadaan tergantung disebatang pohon yang diduga digunakan untuk mengakhiri hidupnya dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau menjadi korban kriminal,” tambah Kapolsek Bua.
Atas peristiwa itu, lanjut AKP Catur pihak keluarga korban yang diwakili oleh Subadi menyampaikan bahwa ia bersama keluarganya menerima kematian AR dengan ikhlas dan sepakat untuk menolak tindakan outopsi. (*)





Tinggalkan Balasan