Sejumlah Bahan Sembako di Palopo Mulai Mahal Pasca Kenaikan Harga BBM

TERASKATA.COM, Palopo – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terus berdampak ke kenaikan harga di berbagai sektor barang dan jasa termasuk bahan sembako.

Seperti yang terpantau Teraskata.com di Pusat Niaga Palopo (PNP) pada, Sabtu (10/09/22) sejumlah bahan sembako mulai mahal.

Salah seorang pedagang di PNP, Yuyun mengatakan, harga sayur-mayur yang ia jual sudah naik sejak kenaikan harga BBM.

Yuyun membeberkan, wortel yang Sabtu lalu berada di harga Rp10 ribu per kg kini harganya mencapai Rp12 ribu per kg.

Kenaikan juga terjadi pada kentang dan buncis. Menurutnya, kenaikan itu terjadi seiring harga BBM yang naik.

“Harga dari sananya memang sudah begitu. Wortel itu dari petani Rp6 ribu per kg, saya jualnya Rp10 ribu per kg. Lantaran BBM naik, harga wortel dari petani sekarang sudah Rp10 ribu per kg. Jadi saya jualnya Rp12 ribu per kg,” kata Yuyun.

Pedagang lainnya, Ayu mengatakan, komoditi seperti cabai justru lebih dirasakan kenaikan harganya dalam beberapa hari terakhir. Harga cabai rawit saat ini senilai Rp55 ribu per kg. Padahal sehari sebelumnya, Jumat (09/09/22), harganya masih Rp35 ribu per kg.

“Iya kaget juga harga cabai rawit cepat sekali naik, padahal kemarin masih normal. Tapi kalau tomat harganya masih normal Rp8.000/kilo,” kata Ayu.

Lanjut Ayu, selain cabai, barang dagangan lain tidak mengalami kenaikan harga. Seperti tomat Rp8 ribu per kg, bawang merah Rp35 ribu per kilo, bawang putih Rp30 ribu per kg.

Sementara itu, sejumlah pedagang lainnya yang menjual barang pabrikan, seperti sabun, gula, terigu, beras, dan kebutuhan rumah tangga lainnya juga memastikan barang-barang tersebut bakal mengalami kenaikan harga.

“Saat ini memang belum naik harganya, karena stok barang yang saya jual ini masih stok lama. Tapi kalau nanti sudah masuk stok baru harga sudah pasti naik,” kata Ilham, salah satu pedagang barang pabrikan.

“Iya kan barang-barang itu membutuhkan biaya antar jemput barang dan proses pembuatan menggunakan diesel yang berbahan bakar bensin,” pungkas Ilham.(cr1/lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *